Saturday, 20 August 2011

Tombak Empat Penjuru

Pada zaman dahulu, konon di negeri Shi Pa hiduplah seseorang bernama Fu Shi She. Dari sepasang matanya yang penuh binar kecerdasan dan pengetahuan yang seluas samudra, Fu Shi adalah sesosok yang luar biasa berbakat, menguasai ratusan bahasa binatang dan dari situlah dia mengetahui berbagai keajaiban mengenai dunia . Fu Shi selalu haus akan ilmu pengetahuan, membawanya menjelajah dan berkhayal mengenai terbentuknya bumi dan langit.

Dirinya mampu menghitung berdasarkan timbul dan tenggelamnya matahari dan rembulan. Dari sanalah timbul teori Tai Chi, yaitu sebelum bumi dan langit terbentuk, hawa Yin dan Yang bercampur menjadi satu. Fu Shi juga menciptakan Sian Yin Nei Tan (Pil Dewa) lalu menentukan 5 unsur kehidupan. Lima unsur berada bersama dalam alam semesta. Halilintar langit sebagai hawa logam, dari halilintar tumbuh kayu, kayu terbakar membentuk hawa api.

Abu kayu yang terbakar menjadi lumpur, itulah hawa tanah. Lumpur dan pasir bisa memadamkan api. Hawa panas berkumpul membentuk awan dan hujan, jadilah hawa air. Kemudian di bumi timbul kehidupan. Lima unsur saling mendukung dan seimbang. Jika kehilangan keseimbangan antara salah satunya, maka akan terjadi bencana alam. Dengan pengetahuan dan pemahamannya yang luas, Fu Shi bahkan mampu terbang melintasi jagad raya, mengamati bintang dan planet yang berada di semesta.

Ketika sedang melintasi jagad raya, Fu Shi bertemu dengan binatang kuda berkepala naga melesat terbang, jejak kakinya membentuk gambar 8 Pat Kwa. Kuda berkepala naga tersebut ternyata adalah binatang tunggangan Yan She Tian Cuen. Setelah Yan She Tian Cuen mengorbankan dirinya guna mengurung Iblis Langit, kuda berkepala naga pun kehilangan majikannya dan mengembara di jagad raya dan bertemu dengan Fu Shi. Kuda Naga amat mengagumi kecerdasan Fu Shi, diapun menjadi jinak dan dengan sukarela menampilkan gambar 8 Kwa secara lengkap. Delapan Pat Kwa tersusun teratur, satu gambar satu hitungan, 8 hitungan dikombinasikan menjadi 64 gambar, di dalamnya memiliki puluhan ribu makna. Delapan gambar Kwa melengkung dan membentuk pintu masuk ke dunia lain. Fu shi pun tiba di depan gerbang Nan Tian Men, yang tak lain merupakan pintu masuk menuju dunia langit.

Ketika hendak memasuki gerbang, Fu shi dan Kuda Naga dihadang oleh Bapak dan Bunda Halilintar. Mereka berdua adalah penjaga perbatasan dunia langit, masing-masing memegang Gunting Listrik dan Garpu Halilintar. Kedua senjata tersebut adalah pecahan dari Jing Xie yang tak lain adalah senjata untuk membangkitkan tenaga petir dan Guntur. Meski Jing Xie terpecah menjadi 2 bagian namun tenaganya tetaplah mengejutkan, bahkan perisai Pat Kwa Kuda Naga tak mampu menangkis serangan halilintar tersebut.

Perisai Pat Kwa hancur, keempat Kuda Naga pu tertebas. Kaki Kuda Naga yang telah terputus memancarkan cahaya aneh dan berubah menjadi 4 bilah senjata sakti. Namun tenaganya masih belum dapat menandingi kesaktian Jing Xie. Kuda Naga pun meringkik dan mengeluarkan sebutir mutiara Hawa Yang berwarna putih. Fu Shi mengerti akan maksud Kuda Naga, dirinya pun mengeluarkan mutiara Yin berwarna hitam. Kedua mutiara tersebut, Yin dan Yang melebur menjadi satu dan membentuk lingkaran Tai Chi. Daya prana Lingkaran Tai Chi menghisap keempat bilah senjata yang tercipta dari kaki Kuda Naga. Maka terbentuk sebuah senjata mahadewa sakti nan dasyat. Senjata tersebut bernama Tombak 4 Penjuru.

Keempat kaki Kuda Naga berubah menjadi senjata setelah proses berbaur kedua hawa tersebut. Tai Chi melambangkan positif dan negative sebelum terbentuk bumi dan langit, semua benda terbentuk dari kedua hawa ini. Tombak 4 Penjuru, merupakan senjata mahadewa yang melambangkan kecerdasan tanpa batas dan kearifan agung senjati akan pengetahuan yang luas. Tai Chi dan gambar 8 Kwa Senjata ini seakan-akan menggambarkan unsur alam yang ada di dunia yang menjadi pembentuk akan unsur kehidupan di muka bumi.

(Dari Kisah Pedang Mahadewa)

2 comments: